CA Dolok Tinggi Raja

Cagar Alam Dolok Tinggi Raja yang terletak di Desa Dolok Merawa Kecamatan Dolok Kabupaten Simalungun merupakan kawasan konservasi yang telah dilindungi sejak tahun 1924 melalui keputusan bersama Raja-raja Simalungun yang dituangkan dalam bentuk Keputusan Zeelfbestuur Besluit No. 24 tanggal 18 April 1924 bersama-sama dengan keputusan perlindungan cagar alam lainnya yaitu Cagar Alam Batu Gajah. Cagar Alam Dolok tinggi Raja terletak didalam kawasan Hutan Lindung Sianak-anak I + II. Kawasan Hutan Lindung ini ditetapkan masing-masing tahun 1916 dan 1918. Karena keunikan yang dimiliki areal Cagar Alam Dolok Tinggi Raja ini, maka dengan keputusan Zelfbestuur Besluit ZB tanggal 18 April 1924 Nomor 24 resmi menjadi cagar alam dengan nama “Cagar Alam Dolok Tinggi Raja”. Unsur-unsur penetapan kawasan ini menjadi cagar alam adalah geologistik, aestetica, dan botanis. Ekosistem Cagar Alam Dolok Tinggi Raja secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Dolok Merawa kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. Berdasarkan administratif pengelolaan hutan konservasi, Cagar Alam Dolok Tinggi Raja terletak di Bidang Wilayah Konservasi Wilayah I (berkedudukan di Kabanjahe), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Berdasarkan letak pada daerah aliran sungai (DAS) maka Cagar Alam Dolok Tinggi Raja terletak dalam DAS Sei Wampu Ular. Secara geografis Cagar Alam Dolok Tinggi Raja terletak di antara 3º 08’ s/d 3º 09’ Lintang Utara dan 98º 46’ 30˝ s/d 98º 48’ 30˝ bujur timur. Berdasarkan letak pada ketinggian diatas permukaan laut (dpl) maka Cagar Alam Dolok Tinggi Raja terletak pada ketinggian  sampai dengan 450m dpl.  Cagar Alam ini terletak diantara desa Dolok Merawa dan dusun Bahoan.

Flora yang tumbuh di kawasan ini adalah merupakan komposisi hutan primer dari tegakan tinggi sampai tumbuhan bawah hidup di sana. Adapun tegakan yang mendominasi sekarang adalah jenis kayu kempas Kempas (Kompassia sp), Kenari (Canarium sp), Hoting (Quercus sp), Meranti (Shorea sp), Ketapang (Termenalia katapa), manggis-manggisan (Garcinia sp), dll. Sedangkan pada daerah yang dekat dengan sumber air panas pada bekas endapan kapur, tumbuhan yang mampu hidup adalah kelompok Ficus, jambu-jambuan, pandan, araucaria, bambu, pakis dan paku, jenis anggrek serta tumbuhan merambat lain seperti kantung semar (Nephentes sp), liana, hoya sp dan lainnya. Pada umumnya tumbuhan yang yang hidup diatas endapan kapur mudah tumbang dikarenakan humus yang tipis pada lapisan atas saja, perakarannya tidak sampai ke dalam tanah sebab bawahnya merupakan tanah kapur. Penetapannya merupakan habitat penting bagi satwa Siamang (Hylobathes sp), Rusa (Cervus unicolor), Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatrensis) sehingga perlu dijaga dan dibina kelestariannya untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan.  Satwa lain yang hidup di kawasan adalah antara lain, Kancil (Tragulus napu), Kijang, Harimau Loreng, Beruang dan lain-lain.

Kawasan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja selain memiliki potensi kenekaragaman flora dan fauna juga memiliki potensi lain yang bisa dikembangkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dalam pengelolaan kawasan suaka margasatwa. Potensi sumber daya alam Cagar Alam Dolok Tinggi Raja yang bisa dimanfaatkan diantaranya panorama alam berupa sumber mata air panas , endapan kapur, danau laparan yang mata airnya dari air panas lewat bawah tanah yang juga mengandung belerang, kesejukan udara pegunungan, keunikan, keindahan alam serta mutu kondisi lingkungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Selain keanekaragaman tersebut masih banyak lagi potensi yang ada terutama potensi wisata, karena panorama alamnya yang indah dan adanya sumber air panas tersebut yang mengalir ke sungai Bah Balakbak sehingga keadaan airnya ada yang panas, hangat dan dingin yang menjadi tujuan wisata untuk mandi disana. Lokasi ini sampai saat ini masih sering dikunjungi oleh wisatawan lokal setiap hari libur. Bahkan Pada akhir september 2003 telah dilakukan penelitian tumbuhan oleh Tim dari LIPI Kebun Raya Bogor yang mengoleksi tumbuhan khas Cagar Alam Dolok Tinggi Raja, dari hasil penelitian tersebut terdapat ±  70 jenis anggrek, ratusan jenis tumbuhan di bawah, puluhan jenis liana dan puluhan jenis pohon besar yang mendominasi di kawasan tersebut. Bunga bangkai pernah di temukan di CA Dolok Tinggi Raja. Banyak manfaat tumbuhan yang ada di kawasan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja yang dapat dijadikan bahan obat tradisional oleh masyarakat setempat.

%d blogger menyukai ini: