TALK SHOW GLOBAL TIGER DAY

WhatsApp Image 2017-07-26 at 15.07.44

Peserta talkshow berfoto bersama dengan penyiar (photo credit: dede tanjung)

Global Tiger Day (GTD) atau peringatan Hari Harimau Sedunia, merupakan peringatan tahunan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi harimau di dunia. Salah satu tujuan peringatan GTD, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 45/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau, adalah untuk meningkatkan dukungan masyarakat luas terhadap upaya konservasi harimau baik di dalam maupun pada tataran global. Read More

PENYELAMATAN KUCING HUTAN

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.41.53

Kucing Hutan yang diselamatkan (photo credit: iqbal nasution)

Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melakukan penyelamatan 1 (satu) ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang. Bermula dari adanya laporan warga masyarakat yang melihat keberadaan Kucing Hutan tersebut, dan segera melaporkannya ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Read More

WhatsApp Image 2017-07-26 at 16.22.57

Penyerahan Kukang oleh masyarakat (photo credit: fitrii noor ch)

Perdagangan satwa liar illegal melalui media on-line kembali terjadi. Kali ini Kukang menjadi korban perdagangan tersebut. Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Sumatera Utara, tertarik dengan penawaran 1 (satu) ekor Kukang melalui media on-line. Setelah tawar menawar transaksi pun terjadi di salah satu Pasar Swalayan. Read More

LOMBA PENILAIAN KKA DAN KPA

Picture1

Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For beserta jajarannya berfoto bersama dengan para pemenang (phot credit: evansus manalu)

Lomba Penilaian Kader Konservasi Alam (KKA) dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) dalam rangka Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tahun 2017, kembali digelar. Balai Besar KSDA Sumatera Utara tidak mau ketinggalan, dengan melakukan penilaian terhadap Kader-kader Konservasi serta Kelompok Pencinta Alam yang menjadi binaannya. Read More

IMG_20170714_153735 (1)

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza, S.Hut, memberikan keterangan kepada pers

  1. Sabtu 8 Juli 2017 sekitar pukul 11.15 WIB, Madan Harahap warga Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), saat kembali dari kebun berpapasan dengan Harimau Sumatera, sehingga untuk kembali ke kampung terpaksa harus mencari jalan lain. Selanjutnya warga tersebut melaporkannya ke pihak Koramil 07/Sosopan;
  2. Mendapat laporan, petugas Koramil 07/Sosopan kemudian melakukan pengecekan atas laporan warga tersebut dan menemukan jejak kaki harimau sebanyak 2 ekor (dewasa dan anak-anak) yang berada lebih kurang 50 meter dari kandang kambing warga. Selanjutnya petugas koramil berkordinasi dengan pihak BBKSDA, polisi dan pihak lainnya;
  3. Kemudian, Tim dari Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang BBKSDA Sumatera Utara pada tanggal 8 Juli 2017 menuju lokasi dan melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak Koramil dan warga. Dalam pertemuan tersebut diminta kepada warga  untuk:
    • Sementara waktu mengurangi aktifitas di luar rumah terutama pada sore hingga malam hari;
    • Tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu dan mengancam keberadaan harimau sumatera;
    • Apabila melakukan aktifitas diluar rumah tidak dilakukan seorang diri lebih baik secara bersama-sama (bergerombol);
  4. Tim gabungan bersama dengan masyarakat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan jejak-jejak dari Harimau Sumatera tersebut yang berada di perkebunan coklat milik masyarakat;
  5. Harimau sudah tidak tampak di sekitar pemukiman maupun kantor koramil, dimana diperkirakan sudah kembali ke hutan/kebun yang tidak diolah oleh masyarakat berdasarkan petunjuk jejak-jejak yang ditemukan;
  6. Senin, tanggal 10 Juli 2017 sekitar jam 09.00 WIB, Harimau Sumatera kembali terlihat di depan kantor Koramil Sosopan sesuai dengan informasi dari petugas koramil. Tim Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang kembali ke lapangan dan menemukan harimau sudah dalam kondisi lemas, sehingga tim mengevakuasi harimau dimaksud untuk diselamatkan bersama dengan Tim Barumun Nagary Wildlife Sanctuary (BNWS);
  7. Pukul 20.30 WIB, harimau tiba di lokasi BNWS dan segera dilakukan tindakan medis oleh tim medis, dengan menyuntikkan vitamin serta memasang infus. Kondisi harimau terlihat semakin lemah dan makin kritis. Pukul 23.01 Wib, harimau berjenis kelamin jantan, berumur sekitar 3-4 tahun, tidak terselamatkan dan oleh tim medis dinyatakan mati;
  8. Untuk mengetahui penyebab kematiannya, pukul 23.50 WIB dilakukan tindakan Necropsyuntuk melihat kondisi bagian dalam tubuh harimau serta mengambil beberapa sampel organ tubuh untuk dilakukan cek laboratorium. Hasil Necropsy tidak ditemukan adanya kelainan pada organ dalam tubuh dan pada kondisi normal. Hanya pada lambung dan usus dipenuhi bulu/rambut binatang (tidak diketahui jenis binatangnya). Kesimpulan sementara dari Tim Medis, penyebab kematian harimau dikarenakan sakit yang sudah agak lama (sekitar 1-2 minggu), hal ini dilihat dari munculnya belatung dimulut harimau. Kemungkinan adanya faktor lain penyebab kematian tersebut menunggu hasil pemeriksaan laboratorium;
  9. Selasa, 11 Juli 2017, pukul 01.45 Wib, jasad harimau dikuburkan di Barumun Nagari;

Read More

Berita duka  kematian seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terjadi. Untuk menelusuri kronologis kejadian yang menimpa si raja hutan ini, kami mencoba menghubungi dan mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, Darmawan, S.Hut., M.Sc. Read More

Picture1

Kondisi Harimau Pasca Tindakan Medis (photo credit: evansus manalu)

Masih ingat dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang terjerat di Desa Parmonangan, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun ? Ketika itu, Jum’at, 5 Mei 2017, Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar bersama pihak-pihak terkait dan masyarakat, berhasil menyelamatkan seekor Harimau Sumatera yang terjerat di areal kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Read More

Seorang warga masyarakat, LRS, beralamat di Wilayah Gaperta Medan, dengan kesadaran sendiri menyerahkan 2 (ekor) satwa dilindungi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, masing-masing : 1 (satu) ekor Owa/ Siamang (Hylobates syndactylus) bernama Cingku, berumur 3 tahun 8 bulan, jenis kelamin jantan, serta 1 (satu) ekor Owa Ungko/Sarudung (Hylobates agiliis) bernama Frangky, berumur sekitar 7 tahun, jenis kelamin betina. Read More

Setelah penangkapan 225 ekor Trenggiling (Manis javanica) oleh Tim Libas Dispamal (Dinas Pengamanan Angkatan Laut) Mabesal bekerjasama dengan Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal I Belawan – Medan, pada Senin (12/6) malam, di areal pergudangan 77 jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, maka selanjutnya proses hukum diserahkan oleh pihak Angkatan Laut Lantamal I Belawan kepada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sumatera.

Read More

Amorphophallus titanium #bbksdasumut #twasibolangit #datinfoksdae #kementerianlhk