1. Pada tanggal 25 Mei 2017, telah diterima laporan tentang keberadaan satu ekor harimau yang tertangkap di Dusun Kuala Indah, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kab. Labuhan Batu Utara dan telah dilaporkan ke Bidang Wilayah KSDA II Pematang Siantar pada pukul 12.22 WIB, dan segera menugaskan Kepala Seksi Wil.III untuk cek lokasi dan pengamanan Harimau yang sudah mati. Keberadaan harimau ini sudah terpantau dan dilaporkan kepada Kepala Desa, dan Tim Bukit Barisan Sumatran Tiger Ranger (BSTR) sudah memantau dan mensosialisasikan agar masyarakat tidak memasang jerat dan tidak menganggu harimau.
  2. Pada tanggal 25 Mei 2017, pukul 13.00 wib Tim penanganan dari Pematang Siantar menuju ke lokasi. Tim yang dipimpin Kepala Seksi Wilayah III Kisaran (Zainudin) berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Aek Natas, dan selanjutnya menuju lokasi (Dusun Kuala Indah, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kab. Labuhan Batu Utara) dan diketahui bahwa harimau telah terbunuh dan telah dikubur di sekitar rumah Kadus Kuala Indah.
  3. Selanjutnya Tim bersama Kapolsek Aek Natas berdiskusi dengan masyarakat yang sebelumnya tidak bersedia menyerahkan jasad harimau. Dan terdapat kesepakatan jasad harimau akan dibawa ke Medan untuk penanganan lebih lanjut. Pada saat yang sama juga dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan oleh petugas Balai Besar KSDA Sumut.
  4. Berdasarkan studi perilaku harimau liar, bahwa keberadaan satwa harimau disuatu pemukiman kemungkinan adalah :
    • Harimau tua, yang sudah tidak sangup bersaing dengan harimau yang lain untuk mendapatkan mangsa dan teritorial. Dia datang kepemukiman agar mudah mendapatkan satwa mangsa berupa hewan ternak dan atau hewan peliharaan (anjing, kambing, dll).
    • Harimau muda yang sedang belajar berburu. Harimau rentang usia ini sedang belajar berburu dan menggunakan satwa ternak yang tidak dikandangkan atau satwa peliharaan (anjing, kambing, dll) sebagi satwa sasaran buru. Harimau ini akan menimbulkan kerugian cukup besar dikarenakan dia/mereka akan melukai lebih dari satu korban hanya untuk belajar berburu bersama induknya.
    • Harimau sakit, yang sudah tidak sangup bersaing dengan harimau yang lain untuk mendapatkan makan. Dia datang kepemukiman agar mudah mendapatkan satwa mangsa berupa hewan ternak dan atau hewan peliharaan (anjing, kambing, dll).
    • Kerusakan hutan yang merupakan habitat harimau akibat pembukaan lahan dan penebangan liar.
  5. Dari hasil pulbaket didapatkan keterangan :
    • Harimau mati akibat luka terbuka dengan senjata tajam yang mengakibatkan luka terbuka hingga tengkorak kepala (bacokan).
    • Bagian tubuh yang hilang : alat kelamin, kulit bagian kening, kumis dan ujung ekor.
    • Terdapat luka lama bekas jerat pada kedua kaki
    • Dari ketiga kemungkinan harimau mendatangi pemukian di atas (point 1), diduga harimau korban tersebut adalah harimau dewasa yang sedang sakit akibat luka jerat. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya bekas luka lama pada kaki kanan depan dan salah satu kaki belakangnya.
  6. 26 Mei 2017. Jasad harimau dievakuasi ke kantor Balai besar KSDA Sumut di Medan untuk proses pengawetan sebagai bahan penyelidikan dan untuk dapat dimanfaatakan sebagai sumber ilmu pengetahuan nantinya.
  7. Sebagai catatan :

Read More

Penyerahan Elang Brontok

WhatsApp Image 2017-05-11 at 17.06.20

Petugas BBKSDA Sumatera Utara menerima penyerahan satwa liar Elang Brontok dari masyarakat (photo credit: iqbal nasution)

Kali ini satwa jenis Elang Brontok, yang diserahkan warga kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Tepatnya hari Rabu, 10 Mei 2017, warga bernama Sumeri, penduduk jl. Melati Pasar Merah Kota Medan, menyerahkan 1 (satu) ekor Elang Brontok yang dipeliharanya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Read More

Curi Bakau

Petugas Seksi Konservasi Wilayah II Langkat melakukan pengamanan kapal berisi kayu bakau yang berada di dalam kawasan konservasi SM Karang Gading/Langkat Timur Laut (photo credit: herbert aritonang)

Tim patroli pengamanan hutan Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, berhasil menangkap 1 (satu) unit perahu motor, pada Kamis (11/5), yang berada di dalam kawasan konservasi SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, tepatnya di Paluh Jaring, Dusun Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Perahu tersebut sedang mengangkut kayu bakau. Read More

Penyelamatan Harimau Sumatera

Screen Shot 2017-05-08 at 16.05.35.jpg

Tim Gabungan Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Polsek Tiga Dolok, Petugas Ditjen PPI, Taman Hewan Pematangsiantar dan masyarakat sedang melakukan evakuasi Harimau Sumatera yang terjerat (photo credit: parlindungan simbolon)

Bermula dari informasi pegawai Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, yang melaporkan adanya pengaduan masyarakat tentang terjeratnya seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Panribuan Kabupaten Simalungun, tepatnya di Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Informasi diterima Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar, pada 5 Mei 2017, sekitar pukul 13.42 Wib. Read More

Warga Serahkan Siamang

Penyerahan satwa Siamang kepada petugas Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan (photo credit: darmawan)

Seorang warga Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Dewi Afriani, 40 tahun, menyerahkan seekor satwa liar yang dilindungi jenis simpanse, Siamang (Hylobatidae), pada Sabtu, 15 April 2017, kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok. Read More

Hari Bumi di TWA Sibolangit

Hari Bumi Tahun 2017, kembali diperingati. Momentum penting ini tidak dilewatkan begitu saja. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe dan Resort Konservasi Wilayah Sibolangit mengekspresikan Hari Bumi ini dengan menggelar berbagai acara. Read More

Rencana penyeludupan 300 ekor Belangkas atau Ketam Tapak Kuda (Tachypleus gigas), dari pantai timur Sumatera, tepatnya dari Sungai Airmasin Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, menuju negara Thailand, berhasil digagalkan oleh Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), pada Jumat (28/4). Read More

Picture1

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For, sedang diwawancarai awak media berkaitan dengan kematian gajah.

Sehubungan dengan ditemukannya 1 (satu) ekor Gajah yang mati di Dusun Pancasila Desa Mekar Makmur Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, bersama ini kami sampaikan kronologis penanganannya sebagaimana diuraikan dibawah ini :

  1. Pada Selasa, 18 April 2017, sekitar pukul 12.00 WIB, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat menerima laporan dari   Anhar Lubis, lembaga mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic), mengenai adanya gajah liar yang mati di areal kebun PT Perkebunan Inti Sawit Subur (PISS) sebagaimana dilaporkan oleh security perkebunan. Laporan adanya kematian gajah dimaksud juga diterima dari masyarakat Desa Mekar Makmur yang melaporkan melalui telepon.

Read More

RAKOR KEPEGAWAIAN 2017

Picture1

Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Dr. Tri Atmojo, S.Hut, MT, sedang memberikan pengarahan pada acara rapat koordinasi kepegawaian (photo credit: evansus manalu)

Dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada tanggal 11 s.d 13 April 2017, dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Tahun 2017, bertempat di Thyesza Hotel di pulau Samosir. Read More

Picture1

Petugas BBKSDA Sumatera Utara sedang melakukan pelepasliaran Kukang (photo credit: dede tanjung)

Kukang atau Malu-malu (Nycticebus coucang) merupakan satwa yang aktif di malam hari (nokturnal) dan banyak beraktifitas di atas pohon (arboreal). Dapat hidup hingga usia 25 tahun dan termasuk omnivora, memakan buah-buahan, batang dan kulit kayu, laba-laba, siput serta telur burung. Read More