PENYERAHAN & PELESPALIARAN KUKANG

IMG-20170331-WA0012 (1)

Penyerahan Kukang oleh masyarakat kepada BBKSDA Sumatera Utara (photo credit: mulya)

Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali menerima penyerahan 1 (satu) ekor satwa Kukang (Nycticebus coucang) dari warga masyarakat. Angga Pramana, penduduk jl. Amaliun Gang Hidayah, Medan, dengan kesadaran sendiri dan secara sukarela, menyerahkan Kukang peliharaannya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Jumat (31/3).

Menurut penuturannya, Kukang tersebut dibelinya dari seseorang seharga Rp. 220.000,-. Disaat dia mencari informasi tentang asupan makanan Kukang melalui internet, secara tidak sengaja ditemukannya kalimat yang menyebutkan bahwa Kukang adalah salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-undang.

Menyadari hal itu, timbul niat Angga untuk menyerahkan satwa tersebut agar dilepasliarkan ke alam (habitatnya). Lalu ia kembali mencari informasi melalui internet, kepada siapa (institusi/lembaga) yang layak untuk menerima Kukang dimaksud. Akhirnya dia menemukan informasi, bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan institusi pemerintah yang berwenang untuk menampung penyerahan satwa liar yang dilindungi Undang-undang dari masyarakat.

Kondisi kukang pada saat serah terima dalam keadaan baik,  namun sesuai dengan prosedur, tetap dilakukan pemeriksaan kesehatan di Pusat Penampungan Satwa (PPS) TWA/CA. Sibolangit, Kab. Deli Serdang. Dan hasil pemeriksaan,  Tim medis merekomendasikan Kukang tersebut layak untuk di release (dilepasliarkan). Pelepasliaran dilakukan di kawasan hutan di Sibolangit.

Picture1

Kukang segera beradaptasi dengan habitatnya saat dilepasliarkan (photo credit: samuel siahaan)

M. Ali Iqbal Nasution dan Mulya Fitra, SP., staf Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, menyebutkan bahwa penyerahan satwa Kukang ini adalah untuk yang ketiga kalinya (jumlah keseluruhan 4 ekor) yang diserahkan warga kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, selama kurun waktu 3 bulan (Januari s.d Maret 2017), serta berharap semakin banyak warga masyarakat yang sadar/peduli dan mau menyerahkan satwa liar (yang dilindungi undang-undang) peliharannya kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. (Evan).

IMG-20170403-WA0005 (1)

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Amin Ahmadi, SH., M.Si, sedang menyampaikan materi mengendai perlindungan kawasan konservasi pada acara jurnalistik lingkungan (photo credit: hardi)

Lembaga The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Sumatera Utara bekerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Walhi Sumut), menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Lingkungan (Seri 1) dari tanggal 31 Maret 2017 s.d 2 April 2017, di Hotel Grand Ori, Berastagi, Kab. Karo.

Salah satu narasumber dalam pelatihan ini adalah Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang menyajikan materi tentang Fungsi dan Wewenang BBKSDA Sumatera Utara Dalam Perlindungan Kawasan Konservasi di Sumatera Utara. Topik materi ini sesuai dengan permintaan Panitia melalui suratnya Nomor : 002-01/III/SIEJ/2017 tanggal 2 Maret 2017.

Read More

SPIP

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara sedang memberikan arahan dan materi paparan sosialisasi SPIP TAhun 2017 (photo credit: evansus manalu)

Tuntutan terhadap peningkatan kinerja Birokrasi saat ini semakin menguat, dan setidaknya ada 3 sasaran  reformasi birokrasi yang terus didengung-dengungkan, yaitu : Pemerintahan yang belum bersih, kurang akuntabel dan berkinerja rendah, ; pemerintahan yang belum efektif dan efisien, serta pelayanan publik yang buruk. Ketiga hal inilah yang kemudian menjadi sasaran reformasi birokrasi sehingga nantinya diharapkan akan terwujud  pemerintahan yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi ;  pemerintahan yang efektif dan efisien ; serta pelayanan publik yang baik dan berkualitas. Read More

27032017

Petugas BBKSDA Sumatera Utara sedang menerima satwa jenis Owa Ungko dari seorang masyarakat di Jalan Sei Asahan Medan (photo credit: dede tanjung)

Pada sabtu tanggal 25 Maret 2017, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama mitra Orangutan Information Centre telah menerima satwa yang dilindungi undang-undang jenis Owa ungko  (Hylobates agilis) dari salah seorang warga masyarakat di Jalan Sei Asahan Medan. Satwa tersebut telah dipelihara selama kurang lebih 2 Tahun dalam kandang dan ditempatkan di bagian belakang rumah. Menurut pengakuan pemilik bahwa yang bersangkutan memperoleh satwa tersebut dari temannya di kabupaten Asahan. Read More

Segenap rimbawan Propinsi Sumatera Utara, kembali merayakan dan memperingati Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2017. Sebagaimana diketahui bahwa Hari Bhakti Rimbawan diperingati setiap tanggal 16 Maret bertepatan dengan lahirnya Departemen Kehutanan pada tanggal 16 Maret 1983. Dan untuk tahun ini, telah memasuki tahun peringatan ke-34, dengan mengangkat tema “Dengan Semangat Kerja Nyata, Rimbawan Indonesia Bertekad Menjaga Kelestarian Hutan Untuk Meningkatkan Pembangunan Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan”.

Semarak Hari Bhakti Rimbawan ini dirayakan dengan sederhana namun tak mengurangi kemeriahannya. Serangkaian acara digelar, yang dimulai dengan kegiatan Penanaman pohon penghijauan disepanjang bantaran Sungai Amplas, Kecamatan Amplas Kota Medan, pada tanggal 14 Maret 2017. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, seperti : futsal, bola volley, catur, bulutangkis, tarik tambang, lari goni, dan donor darah. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh seluruh rimbawan Sumatera Utara baik lingkup Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara maupun lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara.

Picture1

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. selakuk Ketua Panitia Hari Bhakti Rimbawan Sumatera Utara Tahun 2017, bersama dengan pejabat lingkup Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara dan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, usai penanaman pohon di sepanjang bantaran Sungai Amplas, 14 Maret 2017

Read More

PELEPASLIARAN ORANGUTAN SUMATERA

4

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara didampingi Direktur SOCP sedang memberikan keterangan/penjelasan kepada awak media (photo credit: evansus manalu)

Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) – Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) melepasliarkan 4 ekor Orangutan Sumatera (Pongo abelii) ke hutan di Pusat Reintrodusir Jantho, Aceh, Senin, 14 November 2016. Keempat orangutan yang berumur 5-8 tahun ini merupakan hasil sitaan petugas dari masyarakat pada tahun 2013 dan 2015. Read More

TRANSLOKASI GIBON

3

Tom, salah satu owa yang dalam kondisi kurang sehat dan dalam perawatan, diangkut tidak menggunakan kandang transit (photo credit: evansus manalu)

Sukses mengantarkan si Gadis ke rumah (kandang) barunya di Sanctuary Harimau Barumun, pada hari Selasa malam, 8 Nopember 2016,  sekitar pukul 20.15 wib, kegiatan trans lokasi dilanjutkan lagi, namun kali ini untuk 8 ekor satwa Gibon, dari lokasi Pusat Transit Satwa (PTS) Tapanuli yang dikelola lembaga mitra Sumatran Rainforest  Institute (SRI) di Penyabungan Kabupaten Mandailing Natal, ke lembaga konservasi Taman Hewan Pematang Siantar di kota Siantar. Read More

TRANSLOKASI SI “GADIS”

2

“Gadis” dimasukkan dalam kandang transit (photo credit: evansus manalu)

Pada tanggal 7 Nopember 2016, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan beberapa lembaga mitra kerja, melakukan trans lokasi si Gadis, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) betina dari Kantor Balai Taman Nasional Batang Gadis, Penyabungan Kabupaten Mandailing Natal ke lokasi Sanctuary Harimau Barumun di Desa Batu Nanggar Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara. Read More

1

Pembagian bibit pohon penghijauan yang akan dibagikan ke peserta (photo credit: evansus manalu)

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2016 untuk lingkup Balai Besar KSDA Sumut, dilaksanakan pada tanggal 5 November 2016, di kawasan Taman Wisata Alam/Cagar Alam Sibolangit. Perayaan yang mengusung tema “Ayo Selamatkan Puspa dan Satwa Sebagai Penyangga Kehidupan, Mulai Dari Lingkungan Kita” dihadiri oleh ratusan siswa dari SMA Islam An-Nizam Medan dan Pengurus Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Sumatera Utara.

Rangkaian acara peringatan HCPSN 2016 ini meliputi : penanaman pohon, penyerahan satwa liar oleh masyarakat, pelepasliaran satwa liar ke kawasan, field trip dan pengenalan alat-alat pemadaman kebakaran hutan.

IMG_4520.jpg

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, memegang salah satu anak Harimau Benggala yang baru lahir (photo credit: evansus manalu)

Koleksi Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) di Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo) bertambah. Pada tanggal 22 Juni 2016 kemarin,  lahir 2 ekor anak Harimau Benggala, secara normal dan dalam keadaan sehat dengan berat sekitar 1 kg. Bayi harimau berjenis kelamin betina ini, dilahirkan dari induk Wesa dan pejantannya Avatar. Wesa dan Avatar, merupakan koleksi Medan Zoo yang didatangkan Read More