SA Lubuk Raya

Suaka Alam (SA) Dolok Lubuk Raya merupakan salah satu kawasan hutan yang menjadi wilayah pengelolaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. SA. Dolok Lubuk Raya ditunjuk sebagai suaka alam dan dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 44/Menhutt-II/2005 tanggal 16 Pebruari 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Provinasi Sumatera Uara, dengan luas ±3.050 Ha. Sebelumnya kawasan ini dikenal dengan Register 2 dan pada tahun 1982 telah diakui sebagai kawasan hutan melalui Tata Guna Kesepakatan (THGK). Keadaan kawasan hutan SA. Dolok Lubuk Raya (Reg.2) yang memiliki luas 3.050 hektar, belum dilakukan tata batas, secara geografis terletak diantara 0127’ sampai dengan 01o 30’ Lintang Utara dan 99o 09’ sampai dengan 990 14’ Bujur Timur. Menurut pembagian Wilayah Aministrasi pemerintah terletak di wilayah 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Marancar, Padang Sidempuan Timur dan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan menurut pembagian wilayah berada di bawah pengelolaan Seksi Konservasi Wilayah VI Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara.

Kawasan hutan SA. Dolok Lubuk Raya termaksud kedalam tipe hutan hujan tropika pegunungan yang tegakannya didominasi oleh Hoting (Quercus sp), Medang (Litsea sp), Meranti (Shorea sp), Haun Dolok (Eugenis sp), Tusam (Pinus merkusii), Simartolu (Schima walichii), Meranti bunga (Shorea arabica), Sedangkan jenis tumbuhan bahwanya didominasi oleh arsam, kirunyuh, Bambu dan pakis-pakisan dari tipe vegetasi hutan hujan dataran rendah yang kaya akan keanekaragaman jenis tumbuhan selain pohon-pohon pinus, Anturmangan (Casuarina sumatrana), Sampinur bunga (Podocarpus imbricatus) dan Sampinur Tali (Dacridium junghunii), Meranti (family Dipterocarpus), Kayu Manis (Cinnamomum burmanii), Cemara Hutan dan jenis-jenis rotan. Fauna antara lain Harimau (Panthera tigris sumatrae), Orang Utan (Pongo abelii), Tapir (Tapirus indicus), Rusa (Cervux unicolor), Kijang (Muntiacus muntjak), Owa (Hylobates sp), Kancil (Tragulus napu), Beruang (Helarctos malayanus), Trenggiling (Manis javanica), Babi Hutan (Sus vittatus), Kera (Mocaca fassicularis), Siamang (Hylobatus indactylus), Kancil (Tragulus javanicus) dan lainnya. Jenis burung antara lain Enggang (Buceros bicornis), Elang, Punai, dan Trocok, Burung Hantu lain sebagainya. Sebagai bagian dari kawasan hutan DAS Batang Toru, SA. Lubuk Raya memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan merupakan salah satu habitat alami Orangutan Sumatera. Kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan kawasan, terutama dalam pemanfaatannya adalah kegiatan pembuatan gula aren yang kayu bakar dan niranya berasal dari dalam kawasan, perburuan satwa dan tumbuhan liar; dan lain sebagainya. Potensi SA. Lubuk Raya, telah dimanfaatkan oleh masyarakat dan berpotensi dikembangkan oleh masyarakat, antara lain perlindungan siklus hidrologi bagi persawahan di Kecamatan Marancar dan Angkola Timur, hulu/daerah tangkapan air bagi daerah Angkola, termasuk di dalamnya Kota Padang Sidempuan dan sumber plasma nutfah sebagai bahan obat dan pemanfaatan Hasil Hutan Non Kayu.

%d blogger menyukai ini: