SM Barumun

Ekosistem Suaka Margasatwa (SM) Barumun secar administratif membentang di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan Propinsi Sumatera Utara.    Secara geografis SM Barumun terletak di antar 99º 19’ s/d 99º 41’ Bujur Timur dan 00º 19’ s/d 01º 24’ Lintang Utara. Sedangkan berdasarkan wilayah pengelolan hutan termasuk dalam wilayah kerja Bidang Wilayah Konservasi Sumber Daya Alam II (berkedudukan di Padang Sidempuan), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Kawasan Suaka Margasatwa Barumun sesuai dengan Surat Menteri Kehutanan Nomor 70/Kpts-II/1989 tanggal 6 Februari 1989 memiliki luas 40.330 hektar. Batas-batas kawasan SM. Barumun adalah sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, sebelah selatan berbatasan denga Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan dan sebelah timur Berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Potensi flora di SM. Barumun secara umum merupakan vegetasi hutan  hujan tropis.  Pada kawasan hutan SM. Barumun vegetasinya banyak didominasi oleh famili Sapotaceae, Dipterocarpaceae, Podocarpaceae, Euphorbiaceae, Anacardiaceae, Mirtaceae, Lauraceae, Meliaceae, Moraceae, Annonaceae dan Sapindaceae. Kawasan SM Barumun sesuai dengan penetapannya merupakan habitat penting bagi satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) sehingga perlu dijaga dan dibina kelestariannya untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan.  Satwa lain yang hidup di kawasan adalah antara lain (Pongo pygmaeus), Rusa (Cervus unicolor), Tapir (Tapirus indicus), Babi Hutan (Sus sp), Siamang (Hylobathes sp), Monyet ekor panjang, Burung Rangkong (Aquasinus argus) lain-lain.  Diperkirakan jenis-jenis satwa yang terdapat di SM Barumun dapat diklasifikasikan ke dalam sebagai berikut: mamalia sebanyak 15 (lima belas) jenis, aves sebanyak 30 (tiga puluh) dan reptilia sebanyak 10 (sepuluh) jenis. Kawasan SM Barumun selain memiliki potensi kenekaragaman flora dan fauna juga memiliki potensi lain yang bisa dikembangkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dalam pengelolaan kawasan suaka margasatwa. Potensi sumber daya alam SM Barumun  yang bisa dimanfaatkan diantaranya panorama alam (bentang alam), mata air, kesejukan udara pegunungan, keunikan, keindahan alam sera mutu kondisi lingkungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Dalam pemanfaatan Kawasan SM Barumun harus dengan perinsip pengelolaannya.  Adapun prinsip pengelolaan kawasan suaka margasatwa adalah :

  1. Pendayagunaan potensi suaka margasatwa untuk kegiatan penelitian, pendidikan, wisata terbatas dan penyediaan plasma nuftah diupayakan sedemikian rupa agar tidak mengurangi luas kawasan, merubah fungsi kawasan dan tidak memasukan jenis tumbuhan maupun satwa yang tidak asli;
  2. Dalam upaya pencapaian tujuan penetapan, kawasan suaka margasatwa ditata ke dalam blok-blok pengelolaan, yaitu blok inti, blok rimba dan blok pemanfaatan;
  3. Apabila dijumpai adanya kerusakan habitat satwa dan penurunan populasi satwa yang dilindungi undang-undang atau satwa penting lainnya dalam suaka margasatwa, setelah dilakukan pengkajian secara seksama, maka dapat dilakukan kegiatan: pembinaan habitat dan atau pembinaan populasi, rehabilitasi dengan jenis tumbuhan asli yang diambil  dari suaka margasatwa yang bersangkutan atau diambila dari konservasilain yang masih berada pada zona biogeografi dan ekosistem yang sama, reintroduksi jenis dengan menggunakan jenis asli dari kawasan konservasi lain yang berada pada zona biogeografi dan ekosistem yang sama dan pengendalian dan atau pemusnahan satwa yang tidak asli yang diidentifikasi telah dan akan mengganggu ekosistem kawasan.

 

 

%d blogger menyukai ini: