SM Karang Gading/Langkat Timur Laut

Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut (KG/LTL) merupakan kawasan konservasi yang berupa hutan mangrove. Sebelum ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa, hutan di Langkat Timur Laut oleh Kerajaan Negeri Deli ditetapkan sebagai Kawasan Hutan dengan Zelfbestuur Besluit (ZB) 6 Agustus 1932 Nomor 148/PK yang disahkan dengan Besluit Seripadoeka Toean Besar Goeverneur dari Pesisir Timoer Poela Pertja tanggal 24 September 1932 seluas 9.520 hektar., sedangkan hutan di Karang Gading ditetapkan sebagai kawasan hutan dengan ZB 8 Agustus 1935 Nomor 138 seluas 6.245 hektar. Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Nomor : 811/Kpts/Um/11/1980 tanggal 5 Nopember 1980 kedua kawasan tersebut ditunjuk sebagai Suaka Alam Cq. Suaka Margasatwa. Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut secara administratif terletak di Kecamatan Hamparan Perak dan Kecamatan Labuhan Deli, Kabuoaten Deli Serdang serta Kecamatan Secanggang dan Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut secara geografis terbentang antara 98o30’ – 98o42’ BT dan 3o51’30” – 3o59’45” LU dengan luas 15.765 hektar. Pengelolaan SM. Karang Gading/Langkat Timur Laut berada pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara.

Vegetasi yang ada di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut didominasi vegetasi hutan mangrove (seluan 11.500 hektar atau 70% dari luas kawasan), dan sedikit hutan cemara atau sedikitnya tercatat 37 spesies tumbuhan dari 21 famili. Fauna yang terdapat di SM. Karang Gading/Langkat Timur Laut terdiri dari mamalia (12 jenis), Aves (44 jenis) dan 13 diantaranya merupakan burung migran. Sedikitnya mencatat 13 jenis dari Kelas Reptil, dan sedikitnya 52 jenis ikan, Moluska serta Crustaceae. Potensi sumber daya alam SM. Karang Gading/Langkat Timur Laut yang bisa dimanfaatkan diantaranya wisata hutan mangrove dan pengamatan burung migran.

Permasalahan di SM. Karang Gading/Langkat Timur laut berupa alih fungsi kawasan, dengan luas ± 6.558 Ha berupa kelapa sawit, tambak ikan, tambak udang permanen, lahan pertanian dan pemukiman masyarakat. Upaya-upaya yang dilakukan dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut antara lain:

  1. Operasi Represif dan Yustusi;
  2. Pembentukan Pokja Penyelesaian Perambahan;
  3. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait, Dinas Kehutanan Kabupaten Langkat dan RHL (Rehabilitasi Hutan dan Lahan);
  4. Penyusunan rencana pengelolaan jangka panjang dan jangka menengah;
  5. Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi dengan pemberian bantuan usaha ekonomi masyarakat sekitar kawasan;
  6. Pemberdayaan masyarakat dalam pengamanan kawasan melalui pembentukan masyarakat mitra polhut.
%d blogger menyukai ini: