SM Siranggas

Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Siranggas pada zaman pemerintahan kolonial Belanda adalah hutan lindung, yang masuk kawasan hutan Register ZB No. 28 tahun 1934. Berdasarkan peta kawasan hutan propinsi dati I Sumatera Utara lampiran SK Menteri Pertanian No. 923/kpts/Um/12/1982 tanggal 27 Desember 1982, ditunjuk sebagai Kawasan Hutan Lindung. Kawasan SM Siranggas sebelum ditunjuk sebagai kawasan suaka margasatwa merupakan bagian kelompok hutan Siranggas Register 70 dan Sikulaping register 71 wilayah Kecamatan Slak Kabupaten Dairi. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 71/Kpts-II/1989 tentang penunjukan kelompok Hutan Siranggas seluas ± 5.657 Ha yang terletak di Kabupaten Dati II Dairi, Propinsi Dati I Sumatera Utara sebagai Suaka Margasatwa, yang selanjutnya diberi nama Suaka Margasatwa Siranggas. Secara administratif SM. Siranggas berada di 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Kerajaan (Desa Majanggut I, Majanggut II) Kecamatan Salak (Desa Siborangkas, Salak) Kecamatan Sitellu Talu Urang Jehe (Desa Kaban Tengah, Desa Tanjung Mulia dan Desa Malum) Kecamatan Tinada (Desa Mahala dan Desa Tinada), Kecamatan Pargetteng-getteng Sengkut (Desa Siamrpara, Desa Kecupak I dan Desa Kecupak II), Kabupaten Pakpak Bharat. Pengelolaan SM. Siranggas berada di bawah Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 71/Kpts-II/1989 tanggal 6 Pebruari 1989 SM. Siranggas seluas ± 5.657 Ha.

Tumbuhan yang ada di kawasan SM. Siranggas merupakan vegetasi dataran tinggi yang didominasi oleh Hoting (Quercus sp), Meang (Palaqium sp), Sampinur Bunga (Podocarpus sp), Sampinur Tali (Dacrydium sp), Damar Cakau (Agathis sp) dan Kemenyan (Styrax sp) pada tingkatan pohon serta iiana, epifit dan tumbuhan bawah (paku pakuan dan jenis lainnya). Hasil Survei Sebaran Orangutan di Blok HL Batu Ardan & SM. Siranggas, Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Februari 2009) SM. Siranggas ditemukan juga jenis flora Lithocarpus sundicus (Famili Fagaceae) yang dikenal dengan nama daerah gesing/kecing, Durio zhibethinus murr (Famili Bombacaceae) dan Mallotus barbatus (Famili Ephorbiaceae). Sesuai dengan nama daerah Siranggas berarti ‘kurus’ pada umumnya pohon di Suaka Margasatwa Siranggas relatif berdiameter kecil. Hasil Survei Sebaran Orangutan di Blok HL Batu Ardan & Suaka Margasatwa Siranggas, Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Februari 2009) menyatakan bahwa Suaka Margasatwa Siranggas memiliki habitat yang masih baik untuk mendukung kehidupan berbagai satwa liat antara lain:

1. Mamalia

Suaka Margasatwa Siranggas memiliki sebaran mamalia 19 jenis mamalia (16 diantaranya masuk status perlindungan berdasarkan PP Nomor : 7 Tahun 1999, IUCN 2008 dan CITES). Jenis-jenis tersebut antara lain : Kedih (Presbytis melalophos), Beruk (Macaca nemestrina), Owa (Hylobates agilis), Siamang (Symphalangus syndactylus), Mawas/Sumatra Orangutan (Pongo abelii), Plantain Squirrel (Callosciurus notatus), Prevost’s Squirrel (Callosciurus prevostii), Horse-tailed Squirrel (Sundasciurus hippurus), Low’s Squirrel (Sundasciurus lowii), Slender Squirrel (Sundasciurus tenuis), Black Eared Squirrel (Nannosciurus melanotis),Least Pigmy Squirrel (Exilisciurus exilis), Landak/Common Porcupine (Hystrix brachyura), Trenggiling/Pangolin (Manis javanica), Beruang/Sun Bear Helarctos malayanus), Babi/Bearded Pig (Sus barbatus), Kucing Hutan/Leopard Cat (Prionailurus bengalensis), Kancil/Lesser Mouse Deer (Tragulus javanicus), Rusa/Sambar Deer (Cervus unicolor).

2. Reptilia dan Amphibia

Spesies yang ditemukan di kawasan Suaka Margasatwa Siranggas (10 spesies) antara lain : Ular cabe (Maticora intestinalis),Kadal terbang (Draco melanopogon),Kadal (Mabuya sp), Bunglon (Gonocephalus grandis), Tokek (Gecko sp), Katak (Odorrana hosii), jenis katak (Hylarana sp), jenis katak (Rana sp), Flat-headed frog/LC (Limnonectes laticeps), Giant Asian River Frog/NT (Limnonectes blythii) dan jenis katak (Polypedates sp)

3. Jenis Burung/Aves

Hasil survey mencatat ada sekitar 49 jenis burung yang ditemukan di SM. Siranggas dan beberapa diantaranya merupakan jenis endemik Sumatera.

Potensi keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa yang tinggi pada kawasan ini bisa dijadikan tempat penelitian, pengamatan burung serta wisata terbatas dilokasi air terjun.

%d blogger menyukai ini: