BBKSDA SUMATERA UTARA

Archives

Hari Bhakti Rimbawan Ke-35 Tahun 2018, kembali diperingati. Kali ini mengangkat tema “Melalui Bakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Rakyat”. Khusus untuk Propinsi Sumatera Utara, peringatan dilaksanakan secara sederhana, dan puncaknya dilakukan upacara pada Jumat, 16 Maret 2018, di halaman Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara.

Kejadian kematian Harimau Sumatera di Kecamatan Batang Natal Kabupaten Madina merupakan musibah bagi dunia konservasi. Hal ini sangat disayangkan mengingat populasi satwa liar tersebut yang semakin menurun. Penyebab utama penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia, seperti perambahan hutan yang menjadi habitat harimau serta aksi perburuan dan perdagangan.

Bermula pada Jumat, 16 Februari 2018, masyarakat Desa Hatupangan Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan adanya isu harimau jadi-jadian. Oleh karena itu, masyarakat segera mencari keberadaan harimau dimaksud di perkebunan sekitar desa. Harimau ditemukan disebuah tempat mirip gua, namun berhasil lolos dan terjadi kontak, dimana dua orang korban dari masyarakat dievakuasi ke Puskesmas Batang Natal. Salah satu korban mengalami luka cakar pada kaki dengan 46 jahitan.

Pernahkah menikmati wisata alam dengan keragaman potensi serta keunikan, yang membuat serasa berada di taman eden ? Kalau belum, saatnya  untuk berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike, surganya wisata konservasi alam Sumatra Utara. Taman Wisata Alam Sicike-cike  salah satu kawasan konservasi yang berada di propinsi Sumatra Utara, tepatnya di Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan. Khusus dari Kota Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi, jaraknya  sekitar 21 km, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit… Read More

Sehubungan telah dilaksanakannya pemusnahan sejumlah barang bukti satwa maupun bagian-bagiannya yang dilindungi undang-undang, pada Rabu, 10 Januari 2018, di Mako Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul Balai Gakkum LHK Sumatera, dan khusus untuk Balai Besar KSDA Sumatera, penanganan terhadap barang bukti  yang berkaitan dengan satwa liar yang dilindungi maupun  yang tidak dilindungi (dalam keadaan mati atau bagian/organ tubuhnya), perlu kami informasikan sebagaimana diuraikan berikut ini:

Suasana pagi menjelang siang, pada Kamis, 7 Desember 2017, menjadi meriah, ketika rombongan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Ir. Wiratno, M.Sc., yang mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan disambut oleh tarian daerah Simalungun saat memasuki tempat upacara. Hari itu menjadi hari yang bersejarah, karena Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), diresmikan oleh Direktur Jenderal KSDAE, disaksikan oleh Kepala Badan Penelitian  Pengembangan (Litbang) dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan… Read More

Sebagai wujud nyata dalam pelestarian alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) meluncurkan program “Menanam 25 Pohon per Orang Selama Hidup”.  Untuk mendukung program tersebut, Kementerian LHK mewajibkan setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan kegiatan penanaman pohon yang diberi nama “ Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam 25 Batang Pohon”.

Sabtu, 4 November 2017, Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno, M.Sc menandatangani nota kesepahaman dengan Rektor Universitas Sumatera Utara tentang penguatan fungsi berupa dukungan penyelenggaraan kawasan suaka alam (KSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA) dengan pendekatan ilmiah (scientific based) untuk tujuan konservasi keanekaragaman hayati di sumatera.