BBKSDA SUMATERA UTARA

Archives

Merek, 14 Mei 2018           Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Tahun 2018, di kawasan Taman Simalem Resort (TSR), Merek Hills-Lake Toba, Kabupaten Karo. Rakor yang dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., turut dihadiri Sekretaris Direktur Jenderal (Sekditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Ir. Herry Subagjadi, M.Sc. dan Kepala Sub Bagian Kerjasama Tehnik pada Bagian Hukum dan… Read More

Balai Besar KSDA Sumatera Utara melepasliarkan sejumlah satwa dilindungi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike pada Kamis, 29 Maret 2018. Kali ini dalam jumlah yang besar, ada sebanyak 8 (delapan) ekor satwa yang direlease, masing-masing : 1 (satu) ekor Kukang, 2 (dua) ekor Kucing Hutan dan 5 (lima) ekor Elang (Elang Brontok sebanyak 2 ekor dan Elang Hitam sebanyak 3 ekor).

Lembaga mitra kerjasama Scorpion Indonesia pada Jumat, 16 Maret 2018, sekitar jam 10.00 wib, melaporkan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara tentang keberadaan satwa yang dilindungi undang-undang, jenis Siamang, yang dipelihara oleh seorang warga.

Perdagangan on-line satwa dilindungi kembali terjadi. Kali ini Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil mengungkapnya. Bermula dari informasi masyarakat tentang terjadinya perdagangan on-line di media sosial facebook, pada Senin, 12 Maret 2018, pihak Polda Sumut berhasil menangkap seorang yang berprofesi sebagai mahasiswa, bertempat tinggal di Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang.

Bermula dari Quick Response yang diinformasikan oleh warga masyarakat melalui call centre 085376699066 tentang didapatkannya seekor kura-kura saat memancing di sungai di seputaran jalan Karya Jaya gang Meteorologi, Kota Medan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Team Balai Besar KSDA Sumatera Utara turun ke lokasi, pada Rabu, 7 Maret 2018, dan melakukan identifikasi.

Kejadian kematian Harimau Sumatera di Kecamatan Batang Natal Kabupaten Madina merupakan musibah bagi dunia konservasi. Hal ini sangat disayangkan mengingat populasi satwa liar tersebut yang semakin menurun. Penyebab utama penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia, seperti perambahan hutan yang menjadi habitat harimau serta aksi perburuan dan perdagangan.

Bermula pada Jumat, 16 Februari 2018, masyarakat Desa Hatupangan Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan adanya isu harimau jadi-jadian. Oleh karena itu, masyarakat segera mencari keberadaan harimau dimaksud di perkebunan sekitar desa. Harimau ditemukan disebuah tempat mirip gua, namun berhasil lolos dan terjadi kontak, dimana dua orang korban dari masyarakat dievakuasi ke Puskesmas Batang Natal. Salah satu korban mengalami luka cakar pada kaki dengan 46 jahitan.

Quick Response Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diluncurkan pada tanggal 30 Januari 2018, mulai berfungsi. Pada Selasa, 13 Februari 2018, melalui call centre (085376699066), seorang warga melaporkan ditemukannya seekor kancil yang baru melahirkan, di kompleks pemakaman di daerah Polonia, Medan. Sayangnya bayi kancil tersebut tidak terselamatkan. Selanjutnya kancil yang dalam kondisi lemah tersebut diserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk mendapat perawatan. Malam itu juga si Kancil dievakuasi ke Pusat… Read More

Masih ingat Robert, si Orangutan Sumatera yang pada tanggal 26 Desember 2017 lalu, diserahkan ke Pusat Karantina Orangutan Sumatera (PKOS) Batu Mbelin, Sibolangit, untuk menjalani perawatan dan penanganan medis akibat mengalami patah tulang di Stasiun Reintroduksi Bukit Tiga Puluh Jambi. Tim Medis dari Sumateran Orangutan Conservation Program  (SOCP)  yang dibantu oleh dr. Andreas Messikomer, ahli Orthopedi berkebangsaan Swiss, pada tanggal 27 Desember 2017, segera melakukan operasi reposisi tulang, dan operasi tersebut dinyatakan… Read More

Bermula dari informasi yang diterima oleh tim Cyber Patrol Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreksrimsus) Polda Sumatera Utara tentang keberadaan satwa dilindungi di sebuah rumah di Jalan Garu II Medan. Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penggerebekan, pada Rabu, 31 Januari 2018, dan hasilnya menemukan sejumlah satwa.

Sehubungan telah dilaksanakannya pemusnahan sejumlah barang bukti satwa maupun bagian-bagiannya yang dilindungi undang-undang, pada Rabu, 10 Januari 2018, di Mako Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul Balai Gakkum LHK Sumatera, dan khusus untuk Balai Besar KSDA Sumatera, penanganan terhadap barang bukti  yang berkaitan dengan satwa liar yang dilindungi maupun  yang tidak dilindungi (dalam keadaan mati atau bagian/organ tubuhnya), perlu kami informasikan sebagaimana diuraikan berikut ini: