BBKSDA SUMATERA UTARA

Archives

Pada sabtu tanggal 25 Maret 2017, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama mitra Orangutan Information Centre telah menerima satwa yang dilindungi undang-undang jenis Owa ungko  (Hylobates agilis) dari salah seorang warga masyarakat di Jalan Sei Asahan Medan. Satwa tersebut telah dipelihara selama kurang lebih 2 Tahun dalam kandang dan ditempatkan di bagian belakang rumah. Menurut pengakuan pemilik bahwa yang bersangkutan memperoleh satwa tersebut dari temannya di kabupaten Asahan.

Koleksi Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) di Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo) bertambah. Pada tanggal 22 Juni 2016 kemarin,  lahir 2 ekor anak Harimau Benggala, secara normal dan dalam keadaan sehat dengan berat sekitar 1 kg. Bayi harimau berjenis kelamin betina ini, dilahirkan dari induk Wesa dan pejantannya Avatar. Wesa dan Avatar, merupakan koleksi Medan Zoo yang didatangkan

Rabu (20/7), Tim Gabungan yang terdiri atas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU), Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah I Sumatera dan Sub Denpom I/2-3 Padangsidimpuan melakukan operasi pengamanan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Barumun di Desa Bargotopong Kecamatan Batunadua Padangsidimpuan Kota Padangsidimpuan. Operasi

Selasa (19/7), Tim Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara (POLDASU) bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) melakukan penangkapan terhadap kasus peredaran satwa liar yang dilindungi jenis Trenggiling (Manis javanica) di daerah Marindal Jalan Sisingamangaraja. Adapun jumlah Trenggiling yang berhasil

Selasa (28/6) pukul 10.00 WIB, tim yang terdiri atas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU), Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah I Sumatera dan Komando Distrik Militer (Kodim) 02/01 BS menyita 1 (satu) buah eskavator

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) bersama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli dan Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic), pada hari Kamis (25/6) mengadakan pertemuan dalam rangka penyusunan Program Pengembangan Model Pemanfaatan Populasi Gajah Sumatera Jinak secara

Dalam upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 22 Juni 2016, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) melakukan pelepasliaran satwa liar Trenggiling hasil operasi tangkap tangan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah I Sumatera melalui unit Satuan Polisi

Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan, sebagai salah satu kawasan konservasi di Provinsi Sumatera, merupakan kawasan konservasi dengan luasan 23.800 ha yang berada di Kabupaten Toba Samosir. Kawasan konservasi ini merupakan habitat bagi satwa endemik Sumatera seperti Tapir dan Harimau Sumatera. Namun demikian, pertumbuhan dan perkembangan kegiatan perekonomian masyarakat

Pada tanggal 3 Juni 2016, Tim Seksi Pelayanan dan Pemanfaatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara bersama dengan Tim dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan Mitra Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melakukan pelepasliaran satu ekor Kukang berjenis kelamin betina di Wilayah Pos Monitoring Sikundur Taman Nasional Gunung Leuser. Kukang

Perdagangan ilegal satwa liar dan tumbuhan di Indonesia semakin hari skala kegiatannya semakin meningkat. Cakupan perdagangan ilegal inipun tidak hanya dilakukan secara domestik, melainkan juga secara transnasional seiring perkembangan teknologi internet. Dipandang dari nilai ekonomis, permasalahan ini telah mencapai urutan kedua setelah bisnis narkoba.