BBKSDA SUMATERA UTARA

Archives

Quick Response Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diluncurkan pada tanggal 30 Januari 2018, mulai berfungsi. Pada Selasa, 13 Februari 2018, melalui call centre (085376699066), seorang warga melaporkan ditemukannya seekor kancil yang baru melahirkan, di kompleks pemakaman di daerah Polonia, Medan. Sayangnya bayi kancil tersebut tidak terselamatkan. Selanjutnya kancil yang dalam kondisi lemah tersebut diserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk mendapat perawatan. Malam itu juga si Kancil dievakuasi ke Pusat… Read More

Pagi itu, tepatnya Sabtu, 27 Januari 2018, sekitar jam 11.00 wib, informasi tentang tertangkapnya 1 (satu) ekor satwa liar Tuntong Laut di sungai Wampu, oleh warga yang sedang menangkap ikan, disampaikan  Kelompok Tani Tumbuh Subur Desa Tapak Kuda Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, kepada petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II  Stabat. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim dari SKW II Stabat bersama dengan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (Pusat Konservasi Tuntong Aceh) dan Kelompok Tani… Read More

Robert, Orangutan Sumatera, penghuni Stasiun Reintroduksi Orangutan Bukit Tigapuluh Jambi, terpaksa dievakuasi ke Pusat Karatina Orangutan Sumatera (PKOS), Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada tanggal 27 Desember 2017 yang lalu. Robert, yang berkelamin jantan dan berusia 8 tahun, menjadi korban perkelahian dengan  sesama orangutan jantan, di areal pelepasliaran orangutan di Bukit Tigapuluh, Jambi. Setelah dirontgen ditemukan luka patah tulang, dan atas rekomendasi dokter perlu penanganan medis lebih lanjut.

Kamis, 24 Nopember 2017, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan pemusnahan tanaman sawit di dalam kawasan SM Karang Gading Langkat Timur Laut (KG/LTL) di Desa Tapak Kuda Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat. Luasan perambahan sawit yang dimusnahkan sekitar 14 ha dengan taksiran jumlah tanaman 1.400 batang.

Sebagai wujud nyata dalam pelestarian alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) meluncurkan program “Menanam 25 Pohon per Orang Selama Hidup”.  Untuk mendukung program tersebut, Kementerian LHK mewajibkan setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan kegiatan penanaman pohon yang diberi nama “ Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam 25 Batang Pohon”.

Pagi itu, Rabu, 8 Nopember 2017, suasana keheningan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit dihebohkan oleh alunan suara sekumpulan siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit yang menyanyikan yel-yel lagu Mari Belajar Konservasi. Diiringi gitar dan drum dari botol agua galon bekas, mereka melantunkan nada yang bukan hanya menghibur namun juga membangunkan semangat peserta upacara Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2017 Propinsi Sumatera Utara.

Sebagai wujud dari kerjasama edukasi konservasi lingkungan (ekoling) antara BBKSDA Sumatera Utara dan SMP Negeri 2 Sibolangit, maka pada tanggal 25 Oktober 2017 dilaksanakan kegiatan pemberian materi Inventarisasi Potensi Kawasan dan Pembuatan Herbarium yang mengambil lokasi belajar di Taman Wisata Alam Sibolangit mulai pukul 13.30 s/d 15.30. Adapun siswa yang mengikuti berjumlah 29 (dua puluh sembilan) orang. Pelaksaanaan dilapangan lebih dahulu pengarahan langsung dari Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit Drs… Read More

Akhirnya, pada Kamis, 19 Oktober 2017, bertempat di Paluh Berembang Desa Tapak Kuda Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Kelompok Tani Tumbuh Subur. Perjanjian Kerjasama ini berkaitan dengan kolaborasi rehabilitasi kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, khususnya yang berada di Paluh Berambang. Dengan perjanjian kerjasama ini, maka pihak Kelompok Tani Tumbuh Subur akan melakukan pengelolaan kawasan dengan merehabilitasi kawasan dilahan yang ditentukan… Read More

Setelah sukses peluncuran (launching) Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, pada Rabu 11 Oktober 2017 lalu, maka untuk pertama kalinya siswa/siswi SMP Negeri 2 Sibolangit mengikuti/menjalani program dengan kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, pada Rabu 18 Oktober 2017. Dipandu dan dibimbing narasumber dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, masing-masing Evansus Renandi Manalu dan Samuel Siahaan, peserta dibekali dengan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dan kawasan konservasi.