BBKSDA SUMATERA UTARA

Archives

Upaya penyeludupan burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisaea apoda), yang merupakan jenis satwa liar  dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, berhasil digagalkan oleh petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, pada  Kamis, 10 Agustus 2017, di Kargo Bandara Kualanamu Internasional.

Seekor Elang Brontok, yang dipelihara warga Jln. Melati No. 307 Tanjung Anom, diserahkan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Rabu, 9 Agustus 2017. Ali Iqbal Nasution, staf Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, menjelaskan bahwa sebelumnya, pada Senin (7/8), petugas mendapat informasi tentang keberadaan seekor Elang Brontok yang dipelihara oleh warga.

Global Tiger Day (GTD) atau peringatan Hari Harimau Sedunia, merupakan peringatan tahunan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi harimau di dunia. Salah satu tujuan peringatan GTD, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 45/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau, adalah untuk meningkatkan dukungan masyarakat luas terhadap upaya konservasi harimau baik di dalam maupun pada tataran global.

Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melakukan penyelamatan 1 (satu) ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang. Bermula dari adanya laporan warga masyarakat yang melihat keberadaan Kucing Hutan tersebut, dan segera melaporkannya ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Perdagangan satwa liar illegal melalui media on-line kembali terjadi. Kali ini Kukang menjadi korban perdagangan tersebut. Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Sumatera Utara, tertarik dengan penawaran 1 (satu) ekor Kukang melalui media on-line. Setelah tawar menawar transaksi pun terjadi di salah satu Pasar Swalayan.

Seorang warga masyarakat, LRS, beralamat di Wilayah Gaperta Medan, dengan kesadaran sendiri menyerahkan 2 (ekor) satwa dilindungi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, masing-masing : 1 (satu) ekor Owa/ Siamang (Hylobates syndactylus) bernama Cingku, berumur 3 tahun 8 bulan, jenis kelamin jantan, serta 1 (satu) ekor Owa Ungko/Sarudung (Hylobates agiliis) bernama Frangky, berumur sekitar 7 tahun, jenis kelamin betina.

Pada sabtu tanggal 25 Maret 2017, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama mitra Orangutan Information Centre telah menerima satwa yang dilindungi undang-undang jenis Owa ungko  (Hylobates agilis) dari salah seorang warga masyarakat di Jalan Sei Asahan Medan. Satwa tersebut telah dipelihara selama kurang lebih 2 Tahun dalam kandang dan ditempatkan di bagian belakang rumah. Menurut pengakuan pemilik bahwa yang bersangkutan memperoleh satwa tersebut dari temannya di kabupaten Asahan.

Rabu (20/7), Tim Gabungan yang terdiri atas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU), Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah I Sumatera dan Sub Denpom I/2-3 Padangsidimpuan melakukan operasi pengamanan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Barumun di Desa Bargotopong Kecamatan Batunadua Padangsidimpuan Kota Padangsidimpuan. Operasi

Selasa (19/7), Tim Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara (POLDASU) bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU) melakukan penangkapan terhadap kasus peredaran satwa liar yang dilindungi jenis Trenggiling (Manis javanica) di daerah Marindal Jalan Sisingamangaraja. Adapun jumlah Trenggiling yang berhasil

Selasa (28/6) pukul 10.00 WIB, tim yang terdiri atas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDASU), Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah I Sumatera dan Komando Distrik Militer (Kodim) 02/01 BS menyita 1 (satu) buah eskavator