SEMARAK GLOBAL TIGER DAY MEDAN 2018

T

KAMPANYE BERSAMA. Foto bersama Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan instansi terkait dan panitia di Global Tiger Day 2018.

Medan, 30 Juli 2018

          Setelah sukses melaksanakan aksi mural di Kantor Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, pada Rabu, 25 Juli 2018, kali ini puncak acara peringatan Hari Harimau Sedunia Tahun 2018 dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, pada Minggu, 29 Juli 2018.

          Perayaan tahun ini mengusung tema “Kearifan Lokal Untuk Harimau Sumatera”. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., menyampaikan bahwa tema ini mengandung pesan perlunya mengembalikan marwah Harimau Sumatera sebagai raja hutan selain sebagai satwa yang dilindungi, juga menjadi satwa yang punya posisi  penting dalam ekologi dan kehidupan sosial budaya masyarakat.

          “Sejak dulu masyarakat Tapanuli yang tinggal disekitar kawasan hutan punya kearifan lokal, dimana satwa harimau mereka sebut juga dengan Ompung. Gelar “Ompung” bagi masyarakat suku batak merupakan posisi  yang sangat dihormati, dan begitu jugalah bentuk  penghormatan  masyarakat terhadap harimau. Karena harimau tidak akan menyerang manusia sepanjang kehidupannya juga tidak diganggu ” ujar Hotmauli.

          Oleh karena itu, lanjut Hotmauli, momentum Global Tiger Day 2018 ini menjadi penting artinya dalam mensosialisasikan perlunya perlindungan dan penyelamatan satwa Harimau Sumatera, yang saat ini populasinya di Sumatera Utara diperkirakan tinggal 400 ekor lagi.

          “Kita tentunya tidak ingin nasib Harimau Sumatera mengalami nasib yang tragis seperti Harimau Bali dan Harimau Jawa yang telah lebih dahulu punah. Untuk itu mari terus kita kampanyekan  upaya penyelamatan Harimau Sumatera, seperti yang kita lakukan saat ini, meskipun sederhana tetapi tidak mengurangi maknanya serta bermanfaat,” tegas Hotmauli. Lebih lanjut Hotmauli mengatakan bahwa Beberapa faktor penyebab menurunnya populasi Harimau Sumatera adalah berkurangnya habitat asli yang disebabkan alih fungsi kawasan dan perambahan hutan, terfragmentasinya habitat asli sehingga menyebabkan Harimau Sumatera kekurangan makanan, faktor genetik dan perburuan liar serta konflik manusia dengan Harimau Sumatera. Konflik menyebabkan kerugian dipihak manusia dan harimau itu sendiri.

          Peringatan Global Tiger Day 2018, kali ini diisi berbagai kegiatan seperti senam bersama, lomba mewarnai dan menggambar untuk tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah Dasar (SD), serta lomba cipta puisi untuk tingka SD dan SMP.

          Peringatan Hari Harimau Sedunia Medan 2018, dihadiri Plh. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Joko Iswanto, SP., Kepala Seksi Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum LHK Wilayah Sumatera,  pejabat lingkup Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, Komunitas Tiger Heart Medan, siswa/pelajar dan masyarakat. (Evan).

%d blogger menyukai ini: