PERINGATAN HKAN 2018 BALAI BESAR KSDA SUMATERA UTARA

DSCF1587

Burung Elang Bondol dan Kakak Tua Jambul Kuning Penyerahan Warga yang dititipkan di PPS Sibolangit disaksikan Kepala Balai Besar Sumatera Utara

Sibolangit, 10 Agustus 2018

Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu momentum peringatan lingkungan hidup di indonesia. Peringatan HKAN ini pertama kali diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2009, melalui penetapan Presiden RI dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2009.

Penyelenggaraan Peringatan HKAN dimaksudkan sebagai upaya kampanye dan sosialisai kepada masyarakat luas akan pentingnya konservasi alam bagi kehidupan serta kesejahteraan umat manusia. Disamping itu, juga, untuk mengedukasi masyarakat agar ikut serta (berperan aktif) dalam menjaga dan menyelamatkan ekosistem alam.

Pada tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menyelenggarakan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, dengan mengangkat tema “Harmonisasi Alam dan Budaya”. Tema ini dapat juga dimaknai sebagai gerakan nasional yang mensinkronkan/mensinergikan berbagai potensi budaya termasuk kearifan lokal guna mendukung upaya-upaya konservasi alam.

Khusus untuk Propinsi Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyelenggarakan peringatan HKAN Tahun 2018, dengan melaksanakan berbagai kegiatan (Road to HKAN) yang sudah dimulai dari bulan Juli 2018, seperti : pelepasliaran (release)  satwa liar pada tanggal 12 Juli 2018 di kawasan TWA Sicike-cike Kabupaten Dairi, Kegiatan visit ti school team Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar masing-masing ke SMP Negri 3 Muara Kabupaten Tapanuli Utara pada tanggal 21 Juli 2018 dan SD Negri No. 095186 Tanjung Dolok Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun pada tanggal 31 Juli 2018.

Kemudian penyerahan dua individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dari masyarakat Kabupaten Dairi yang dititipkan melalui Taman Hewan Pematangsiantar ke Pusat Karantina Orangutan Sumatera (PKOS) Batu Mbelin Sibolangit pada tanggal 2 Agustus, aksi bersih kawasan TWA Sibolangit bernama Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri pada tanggal 29 Juli 2018, 5 Agustus 2018 dan 8 Agustus 2018, serta Lomba Lagu Hari Konservasi Alam Nasional  (HKAN) dan Pentas Seni Budaya (Lagu/Tarian) pada tanggal 9 Agustus 2018.

Puncak HKAN  Tahun 2018 dilaksanakan di Taman Wisata Alam Sibolangit pada tanggal 10 Agustus 2018 dengan berbagai kegiatan, seperti : Pentas Seni Budaya, Launching Program pendidikan dan penyuluhan KSDA Tahun ke 2, penyerahan burung dilindungi berupa satu individu Kakak Tua Jambul Kuning (Cacatua galerita) dan satu individu Elang Bondol (Haliastur indus) dari warga pematangsiantar ke pusat penyelamatan satwa (PPS) Sibolangit, penyerahan obsetan Beo Nias dari masyarakat melalui lembaga Indonesia Species Concervation Program (ISCP) dan pelepasan burung serta penyerahan hadiah kepada pemenang lomba lagu HKAN dan pentas seni budaya.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Homauli Sianturi,M.Sc,For, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan peringatan HKAN Tahun 2018 kali ini Balai Besar KSDA Sumut didukung oleh lembaga mitra, Kelompok Sadar Wisata Alam Sibolangit Berseri, dan masyarakat, termasuk dari kalangan generasi muda, dengan harapan semangat “Harmonisasi Alam dan Budaya” dapat di implementasikan dalam upaya konservasi di tengah-tengah masyarakat.

Lebih lanjut Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menjelaskan, disamping itu momen HKAN Tahun 2018 juga dijadikan sebagai ajang promosi kawasan TWA Sibolangit sebagai salah satu role model pengembangan untuk wisata edukasi konservasi dan lingkungan (ekoling) melalui kegiatan pembangunan sarana prasarana wisata, MoU dengan sekolah-sekolah, aksi pungut sampah, kerjasama paket wisata, pelatihan photografer dan interpreter, serta peringatan hari-hari lingkungan hidup dan kehutanan. Dengan promosi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan penerima PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

“Harapan kami, melalui kegiatan HKAN Tahun 2018 ini akan memberi edukasi, pencerahan dan motivasi serta inspirasi warga masyarakat, guna berperan aktif dalam upaya konservasi alam di Sumatera Utara, dan menjadikan kawasan TWA Sibolangit sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di propinsi Sumatera Utara berbasis konservasi,” Ujar Hotmauli mengakhiri sambutannya. (Evan)

%d blogger menyukai ini: