CA Batu Ginurit

batuginurit

Cagar Alam Batu Ginurit ditetapkan dengan Keputusan Zelfbestuur Besluit (ZB) dari Kerajaan Negeri Bilah No.390 tanggal 6 Nopember 1934, seluas + 0,50 hektar. Dinamakan Batu Ginurit yang sesuai dengan namanya berarti batu yang dicoret-coret atau ditulisi dengan cara menggoreskan suatu benda pada dinding batu untuk menulis atau menggambar tanda-tanda.  Diperkirakan yang membuat tanda tersebut adalah orang batak jaman dulu.  Namun sampai saat ini belum diketahui apakah tulisan pada dinding batu tersebut ada hubungannya dengan salah satu kerajaan pada waktu itu.  Masyarakat sekitar masih menganggap lokasi Cagar Alam Batu Ginurit adalah suci dan dihormati oleh masyarakat sehingga tidak ada yang berani datang ke lokasi tersebut.  Tulisan pada dinding batu ini mempunyai kesamaan dengan yang terdapat pada Cagar Alam Aek Liang Balik yang terletak sebelah barat + 15 km dari Cagar Alam Batu Ginurit.

Ekosistem Cagar Alam (CA) Batu Ginurit secara administrasi pemerintahan terletak di wilayah Desa Bandar Durian Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhan Batu Propinsi Sumatera Utara. Sedangkan berdasarkan wilayah pengelolaan Cagar Alam Batu Ginurit termasuk dalam wilayah kerja Bidang Wilayah Konservasi Sumber Daya Alam II yang berkedudukan di Pematangsiantar, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Cagar Alam Batu Ginurit secara geografis terletak pada koordinat 02°25’ Lintang Utara dan 99°12’ Bujur Timur.  Cagar Alam Batu Ginurit terletak di luar kawasan hutan. Hutan yang ada jauh di sebelah utara kawasan berupa hutan lindung termasuk kelompok hutan Dolok Alastonga.

Flora yang hidup di kawasan ini adalah dari tumbuhan merambat dan semak belukar jenis Compositae, senduduk, lengit, daun kupu-kupu, turi, rumpun bambu, formasi rotan dan liana. Berbagai jenis fauna terdapat di Cagar Alam Batu Ginurit, beberapa jenis diantaranya dilindungi seperti babi hutan, musang, ular kecil, bajing, burung-burung kecil, babi hutan, kelelawar, rusa, beruk, pergam, dan lain-lain.

%d blogger menyukai ini: