TWA Sibolangit

Pada tahun 1914 atas prakarsa DR.J.C. Koningbenger didirikan Kebun Raya (Botanical Garden) Sibolangit oleh Tuan J.A Lorzing sebgai cabang dari Kebun Raya Bogor. Selanjutnya pada tanggal 24 Mei 1934 dengan SK.Z.B No.85/PK, Kebun Raya diubah statusnya menjadi Cagar Alam. Pada tahun 1980 berdasarkan SK Menteri Pertanian No.636/Kpts/Um/1980 sebagian Cagar Alam seluas 24,85 Ha diubah statusnya menjadi TWA. Sibolangit,Mengingat kawasan ini memiliki pemandangan alam yang indah, pohon-pohon yang rimbun, bunga-bunga serta burung-burung yang menarik. Secara administratif pemerintah TWA. Sibolangit terletak di Desa Sibolangit kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara sedangkan secara geografis TWA Sibolangit terletak antara 98o36’36” – 98o36’56” Bujur Timur dan 3o17’50” – 3o18’39” Lintang Utara seluas 24,85 hektar. Taman Wisata Alam Sibolangit berada pada wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Balai Besar Sumber Daya Alam Sumatera Utara.

Flora yang tumbuh di kawasan ini sebagian jenis asli dan sebagian berasal dari luar (tanaman eksotik). Tanaman dari luar umumnya terdiri dari pohon yang besar dengan diameter lebih kurang 1 meter, seperti jenis Sonokembang (Dalbergia latifolia), Angsana (Pterocarpus indicus), dan Kelenjar (Samanea saman), sedangkan jenis tanaman asli adalah Meranti (Shorea sp), Manggis (Garcia sp), Kenanga, Kulit Manis, 30 spesies Ficus, 20 jenis Kecing (Quercus sp), palm, pinang, dan mira. Tanaman bawah atau ground cover yang dipakai sebagai pembatas jalan setapak pada umumnya didominasi jenis Anthurium dari famili Aracaceae. Di TWA. Sibolangit juga ditemukan salah satu tumbuhan yang tergolong langka dan mempunyai daya tarik tersendiri yaitu bunga bangkai (Amorphophallus titanium). Jenis tumbuhan bawah lainnya yang dapat dijumpai di dalam TWA Sibolangit adalah berbagai jenis paku-pakuan, talas hutan, rumput, jamur, dan anggrek hutan. Potensi yang tak kalah menariknya adalah tanaman obat. Inventarisasi yang dilakukan tahun 2000 menyebutkan bahwa terdapat 89 jenis tanaman obat-obatan. Tanaman obat-obatan yang dapat juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias antara lain Bunga Tiga Lapis (Calanthe veratrifolia), Tungkil-tungkil (Dendrobium crumenatum), Selembar Sebulan (Vervolia argoana), Pinang Pendawar (Didysmosperma pophyrocarpum), Paku loncat (Pteris enceformis), dan jenis lainnya. Jenis fauna yang sering dijumpai adalah kera (Macaca fascularis), lutung (Presbytis sp), burung kutilang (Pycnonotus aurigaster), elang bido (Spilornis cheela), kacer, srigunting (Dicrurus sp), dan satwa lainnya seperti : babi hutan (Sus scrofa), kancil, kus-kus, ular phyton (Pyton reticulatus), kadal (Mabayu multifasciatus), biawak (Varanus salvator), rangkong (Famili bucerotidae). Potensi lainnya adalah pengembangan pendidikan lingkungan dan pusat penelitian potensi tumbuhan yang bagus merupakan modal bagi kegiatan pendidikan lingkungan di TWA Sibolangit. Selain itu terdapat pengembangan ekowisata. Kebutuhan masyarakat perkotaan akan suasana alam yang asri dapat ditemukan di Taman Wisata Alam Sibolangit dimana jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kota Medan. Penyebaran informasi dan promosi kawasan TWA. Sibolangit akan terus dilakukan dengan cara mengadakan pameran, membuat leaflet/booklet, sosialisasi ke media massa dan sebagainya.

%d blogger menyukai ini: