TWA Sicike-cike

Penetapan dan Penunjukan Kawasan hutan Adion Tinjoan berdasarkan GB tanggal 9 September 1933 Nomor 47 bagian II Sub I register 67 seluas 19.780 Ha. Proses penataan batas selesai dilaksanakan pada tanggan 13 Oktober 1934 dengan tanda/pal batas 225 buah dan jalan batas yang merupakan batas luar kawasan sepanjang 118 (Bappeda Dairi 2010). Kawasan Hutan Adian Tinjoan (Register 67) terketak disebelah Selatan Kabupaten Dairi dan merupakan batas dengan Kabupaten Pakpak Barat, berada diantara Kecamatan Parbuluan dan Sitinjo Kabupaten Dairi. Kawasan Hutan Adian Tinjoan sebagai Hutan Produksi Tetap seluas 7.337 Ha dan Hutan wisata Danau Sicike Cike 575 Ha. Berdasarkan peta hutan kawasan Propinsi Dati I Sumatera Utara lampiran Surat Keputusan Menteri Pertanian No.923/Kpts-Um/12/1982 Kelompok Hutan Danau Sicike Cike di Kabupaten Dati II Dairi telah ditunjuk sebagai Hitan Produksi Terbatas. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.78/Kpts-II/1989 pada tanggal 7 Pebruari 1989 tentang Perubahan Fungsi Hutan Produksi Terbatas Danau Sicike Cike seluas 575 Ha yang termasuk di Kabupaten Dati II Dairi, Propinsi Dati I Sumatera Utara menjadi Hutan Wisata.

Secara administratif pemerintahan, TWA Sicike Cike terletak di Desa Lae Hole I dan Desa Lae Hole II kecamatan Perbuluan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat (pemekaran kabupaten Dairi). Secara geografis terletak antara 98o20’-98o 30’ BT dan 2o 35’-241’ LU. Secara administratif pemangkuan kawasan TWA Sicike Cike termasuk ke dalam wilayah Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Tumbuhan asli yang terdapat di Taman Wisata Alam Sicike-cike adalah jenis Sampinur tali, Sampinur Bunga, Haundolog dan Kemenyan. Tanaman hias seperti anggrek dan kantung semar sangat mudah dijumpai di Taman Wisata Alam ini. Selain itu juga terdapat Rotan, bebrapa jenis pakis, paku-pakuan, liana dan lain-lain. Jenis-jenis satwa liar yang mendiami Taman Wisata Alam ini adalah Siamang, Musang (Paradoxurus hermaprodicus), Itik Liar, Burung Enggang (Buceros sp) dan jenis lainnya. Satwa-satwa yang mudah dijumpai adalah burung-burung dan serangga terutama kupu-kupu. Potensi lainnya adalah potensi wisata berupa Sungai Lae Pandaro dengan airnya yang cokelat serta udara yang sejuk adalah sambutan pertama saat mencapai pintu masuk taman wisata ini. Jalan berliku dan basah menuju danau ini merupakan salah satu jalur tracking yang menawan bagi para pelancong yang ingin menjelajahi TWA Sicike Cike. Bersampan di danau dan pengamatan flora fauna juga dapat menjadi salah satu pilihan dalam berwisata di kawasan ini. Potensi keunikan lainnya adalah terdapat 4 buah danau yang airnya tidak pernah bertambah dan juga berkurang meskipun musim penghujan maupun musim kemarau. Dari ke 4 danau ini juga tidak dijumpai adanya aliran air/anak sungai yang menjadi sumber pasokan air. Hal yang serupa adalah tidak adanya aliran air keluar dari danau. Selain itu salah satu danaunya merupakan tempat upacara adat setempat. Potensi keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa yang tinggi merupakan obyek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

%d blogger menyukai ini: